Kamis, 29 September 2011

Sejarah Riset Operasional
Dorongan awal munculnya kegiatan-kegiatan riset operasional adalah Perang Dunia II. Sebenarnya, istilah riset operasional ini tercetus sebagai akibat dari “riset pada operasi militer” yang dilakukan selama perang tersebut. Kelompok ahli-ahli matematika , ekonomi, dan ahli-ahli disiplin ilmu lain-lainnya disatukan untuk menganalisis berbagai masalah operasi militer. Kelompok-kelompok ini dibentuk di Inggris dan Amerika Serikat, dimana Angkatan Laut AS (US NAVY) mempekerjakan lebih dari 70 orang analis. Berbagai bentuk masalah dapat dipecahkan dengan baik, seperti dimana harus ditempatkan instalasi radar, bagaimana menemukan lokasi kapal selam lawan, bagaimana menempatkan bom-bom yang dipicu dengan gelombang radio jarak jauh di laut sekeliling jepang.
Walaupun istilah riset operasional ini baru ditemukan setelah Perang Dunia II, tetapi sebenarnya pendekatan-pendekatan ilmiah yang digunakan sebagian telah diciptakan sebelumnya, yaitu sebagai hasil kerja Taylor dan Gantt.
Penerapan riset operasional dalam Perang Dunia II ditandai oleh suatu pendekatan kelompok terhadap masalah-masalah operasional, yang diawali di Inggris. Sebagai contoh, Profesor P.M.S. Blackett yang ditugaskan untuk menganalisis masalah koordinasi radar di daerah perang. Kelompok yang dibentuk oleh Blackett ini terdiri dari ahli psikologi, fisika, matematika, perwira AD dan ahli survai. Pendekatan ahli kelompok gabungan ini kemudian juga diikuti oleh Amerika Serikat.
Kesuksesan riset operasional selama Perang Dunia II tersebut menarik industri-industri  pasca perang di Inggris dan Amerika Serikat untuk menerapkannya dalam pemecahan masalah-masalah manajerial dan operasional yang dialaminya. Salah satu perkembangan riset operasional pasca perang yang cukup terkenal adalah temuan salah satu metode riset operasional oleh George Dantzig. Beliau sangat terkenal akan temuannya yang berupa pengembangan pemrograman linier yang merupakan metode riset operasional yang sangat luas digunakan. Dantzig ini sering disebut sebagai “Bapak Pemrograman Linier”. Disamping pemrograman linier, perkembangan awal riset operasional lainnya adalah dibidang statistika pengendalian mutu, pemrograman dinamis, analisis queue, dan pengendalian persediaan.
Perkembangan riset operasional saat ini mencakup penyempurnaan terhadap metode-metode yang telah ada dan juga penemuan teknik-teknik analisis baru seperti pemrograman geometris, simulasi dan goal programming. Tetapi bagaimanapun juga, perkembangan metodologi riset operasional ini tergantung pada ilmu komputer dan perkembangan komputer. Sebagian besar masalah yang dipecahkan dengan teknik riset operasional biasanya berskala besar dan memerlukan perhitungan-perhitungan penting berulang-ulang untuk menganalisisnya. Hal ini akan sangat melelahkan bila diselesaikan secara manual, sehingga ketergantungan perkembangan riset operasional terhadap perkembangan komputer tidak dapat disepelekan.
Sumber :
Media Anugerah Ayu, Pengantar Riset Operasional Seri Diktat Kuliah, Universitas Gunadarma, Jakarta, 1996.


BAB I
Microsoft Visual
Foxpro 6.0

Program Microsoft visual Foxpro 6.0 merupakan bagian dari program Visual Studio 6.0.
Cara menjalankan program Microsoft Visual Foxpro 6.0 adalah
  1. Klik tombol Star pada bagian bawah kiri layar monitor anda (taskbar pada sistem Windows)
  2. Klik menu program
  3. Klik item menu Microsoft Visual Studio 6.0
  4. Kemudian pilih Microsof Visual Foxpro 6.0
kemudian akan tampil logo program Microsoft Visual Foxpro beberapa saat kemudian, selanjutnya akan tampil layar utama program Microsoft Visual foxpro seperti yang terlihat pada gambar 1.1










gambar 1.1 layar utama program Microsoft Visual Foxpro 6.0
Tampilan tersebut tidak selamanya sama dikarenakan ada kemungkinan beberapa toolbar tidak aktif atau setting yang telah diubah.
Secara lengkap tampilan layar utama program microsoft visual foxpro 6.0 yang sering dijumpai saat melakukan design program dapat dilihat pada gambar 1.2 di bawah ini

Menu        Menu          Project             Form
Utama            Toolbar       Manager          Control


Command                                Form                                                         Propertis
Windows                                  Designer
Gambar 1.2 Layar Utama Design Program

1.      MENU VISUAL FOXPRO 6.0

A.    Menu Utama ( Menu Bar)

Program Microsoft Visual Foxpro 6.0 memiliki menu bar yang merupakan menu utama program. Menu bar tersebut terdiri atas 8 menu file, yaitu File, View, Toolsm Program, Windows, dan Help.

B.     Menu Toolbar
Menu Toolbar adalah menu yang terdiri atas sekumpulan tombol perintah yang berfumgsi sebagai tombol cepat untuk menjalankan suatu perintah. Sebagai contoh untuk menyimpan program yang telah anda buat anda cukup dengan mengklik tomboll toolbar yang berlambangkan Disket.
1.      FORM CONTROL TOOLBAR
Seperti Toolbar, form control toolbar juga berisi sekumpulan tombol perintah, yang bisa ditambah dengan tombol kontrol ActiveX. Form Control Toolbar ini nantinnya banyak kita gunakan  dalam membuat design program aplikasi. Gambar 1.3 menunjukan Form Control atau Toolbar yang ada pada Visual Foxpro secara standar.


            1    2    3   4    5   6    7    8   9  10  11  12  13 14  15  16  17  18  19  20 21 22  23  24  25
Gambar 1.3. Form Cotrol ToolBar
Keterangan :
No
Nama Kontrol
Keterangan
1
Select Objects
Untuk memilih object/control yang digunakan
2
View Classes
Untuk menampilkan control yang lainnya. Jika anda mengklik control ini, maka akan tampil pilihan menu, yaitu :
  • Add, menambah control baru
  • Standard, menampilkan control standar.
  • AktiveX Control, menampilkan control ActiveX
3
Label
Control Label
4
Text Box
Kotak text untuk menampung masukan (input) program
5
Edit Box
Untuk menampilkan field memo
6
Command Button
Tombol Perintah
7
Command Group
Kumpulan tombol perintah dalam satu kendali
8
Option Group
Kumpulan control/objek yang menetukan alternative pilihan
9
Check Box
Kotak pilihan
10
Combo Box
Kotak pilihan layar bergulung
11
List Box
Menampilkan kotak/daftar pilihan
12
Spinner
Control/objek yang berfungsi untuk menaikan/menurunkan nilai/value objek  secara otomatis
13
Grid
Control yang berfungsi untuk menampilkan isi record suatu table
14
Image
Untuk menampilkan gambar
15
Timer
Penagatur pemrosesan suatu kegiatan berdasarkan waktu tertentu
16
Pageframe
Control yang berfungsi, membuat suatu halaman dalam suatu form
17
ActiveX Control
Control ActiveX
18
ActiveX Bound Control
Kontol ActiveX dengan batasan tertentu
19
Line
Control untuk membuat garis
20
Shape
Control untuk membuat objek kotak, oval, lingkaran dan sebagainya
21
Kontainer
Control untuk menampung beberapa objek/control didalamnya
22
Separator
Batas pemisah antar control
23
Hyperlink
Untuk membuat Hiperlink
24
Builder lock
Untuk menampilkan/mengembalikan objelk secara otomatis
25
Button Lock
Mengembalikan control yang telah terkunci untuk penambahan beragam control

Jika form Control Toolbar tidak tampil pada layer utama Visual Foxpro, anda dapat mengaktifkannya dengan mengklik menu View, dan tandai sub menu form control toolbar.
2.      PROPERTIS
Propertis adalah sarana untuk mengatur dari sifat form atau control. Setiap kita memilih suatu objek/control maka isi dari properties ini akan berubah sesuai dengan objek yang kita pilih.
      Gambar 1.4. Properties
3.      COMMAND WINDOW (JENDELA PERINTAH)
Melalui fasilitas ini anda dapat mengetikan perintah pemrograman secara langsung seperti pada bahasa pemrograman Xbase lainnya.






     Gambar 1.5. Command Window
4.      PROJECT MANAGER
Pada bagian project manager diletakan semua basis pemrograman, database, form, report, class, view, code program sehingga menjadi suatu kesatuan yang terorganisir. Dengan adanya windows ini maka pengolahan project pembuatan program aplikasi menjadi lebih mudah dilakukan. selain itu dapat membentuk suatu program yang berdiri sendiri (file.exe) didapat dari proses kompilasi dari file project ini. Bentuk window project menager ini dapat anda lihat pada gambar 1.6 dibawah ini.
         Gambar 1.6. Window Project Manager
Dari gambar 1.6. diatas terlihat bahwa project manager, pada dasrnya terdiri atas Data, Documents, Class, Code, dan Other.
Bagian Data digunakan untuk mengorganisir penyimpanan database, free table (Tabel bebas), dan Query. Bagian database digunakan untuk mengtur penyimpanan database (File .DBC), tables (.DBF), yang terkait dengan database, local dan remote view data, Connection dan stored Procedure.
Bagian Document digunakan untuk mengorganisir penyimpanan form (.SCX), Report (laporan) dan label
Bagian code digunakan untuk mengorganisir penyimpanan file program (.PRG), APi liberaries, dan file file aplikations.
Orther digunakan untuk mengorganisir penyimpanan file menus, text file dan orther file files.